Senin, 29 Agustus 2016

Pengertian Dan Cara Kerja Topologi Bus

Topologi bus dalam istilah jaringan komputer adalah metode transmisi pada jaringan yang dapat digambarkan sebagai transmisi yang menggunakan kendaraan umum, oleh karena itu dikategorikan sebagai komunikasi bersama. Bayangkan sebuah bus mengambil penumpang dari satu halte dan menurunkannya saat perjalanan dan kemudian memilih beberapa lagi. Seperti itulah gambaran pada topologi jaringan bus
Namun pada topologi Bus hanya satu perangkat yang diperbolehkan mengirim pada satu titik waktu. DAP atau Distribution Acces Protocol memiliki informasi tentang stasiun yang harus mengirimkan data. Data yang ditransmisikan memiliki frame yang akan memiliki nama sumber dan alamat jaringan.

Cara Kerja Topologi Bus
Cara Kerja topologi jaringan bus menghubungkan sesuatu ke setiap komputer di jaringan yang disebut trunk segmen. Bus biasanya disebut kabel yang menghubungkan ujung ke ujung dan ini digunakan untuk mengirimkan sinyal dari satu ujung ke ujung lainnya. Pada akhir setiap terminator ditempatkan ia mengenali kemana arah data bepergian dan juga terminator digunakan untuk menyerap sinyal. Jika terminator tidak menyerap sinyal kemudian sinyal yang sama tercermin kembali ke bus, hal ini mengacaukan aliran seluruh data. Topologi tipe Bus dianggap sebagai jaringan pasif karena komputer sebagian besar tergantung pada sinyal yang ditransmisikan.

Kelebihan Dan Kekurangan Topologi Bus

Setiap model desain topologi jaringan komputer memiliki keuntungan dan juga keterbatasan keterbatasan misalnya permasalahan arus data yang ditransmisikan pada setiap jenis topologi, tak terkecuali pada topologi model bus.
Kelebihan Topologi Bus


  • Kelebihan topologi jaringan bus adalah jika satu komputer gagal dalam jaringan yang lain masih tidak terpengaruh dan mereka terus bekerja. Jaringan bus sangat sederhana dan mudah dibuat. Jika ada kebutuhan jaringan yang mungkin digunakan untuk pemakaian jangka pendek, kmungkinan jaringan Bus adalah alternatif pilihan terbaik.
  • Jaringan bus sangat simpel dan menggunakan sedikit jumlah kabel
  • Penerapan Topologi jaringan bus tidak membutuhkan biaya besar dibanding jenis topologi jaringan komputer lainnya.
Kekurangan Topologi Bus
  • Dalam jaringan bus dibutuhkan sambungan jaringan untuk menentukan transfer data antara dua node.
  • Jika laju transfer data terlalu tinggi maka jaringan Bus tidak dapat berkinerja dengan baik karena data pada stream tidak dapat boleh kelebihan beban
  • Jaringan bus sedikit menantang ketika Anda harus memecahkan masalah.
  • Jaringan bus tidak cocok sebagai jaringan yang besar karena terdapat keterbatasan jumlah node yang dapat diatur untuk satu persatu kabel.
  • Jika kebutuhan jumlah komputer meningkatkan dalam jaringan, laju transfer data akan sangat terasa menurun.

1. Setiap komputer yang tergabung dalam jaringan tidak terhubung langsung dengan komputer atau perangkat lain dalam jaringan tersebut. Semua komputer maupun perangkat pada jaringan tersebut saling terhubung melalui satu kabel tunggal.
2. Kabel tunggal yang dimaksud merupakan jalur utama yang harus dilalui oleh paket dari sumber ke tujuan.
3. Jenis kabel yang digunakan untuk topologi ini adalah kabel coaxial.
4. Ketika salah satu komputer dalam jaringan mengirimkan data ke komputer lainnya dalam jaringan tersebut, maka seluruh komputer atau perangkat yang terhubung dapat mengetahui bahwa ada informasi yang sedang dikirim. Hanya saja, selain komputer tujuan tidak ada yang bisa menerima informasi tersebut.
5. Bagian ujung masing-masing dari kabel utama pada topologi Bus dipasang sebuah terminator yang fungsinya untuk menghentikan sinyal agar tidak berbalik arah kembali ke sisi ujung lainnya.


Ciri atau Karakteristik Topologi Jaringan 

Bus
1. Setiap komputer yang tergabung dalam jaringan tidak terhubung langsung dengan komputer atau perangkat lain dalam jaringan tersebut. Semua komputer maupun perangkat pada jaringan tersebut saling terhubung melalui satu kabel tunggal.
2. Kabel tunggal yang dimaksud merupakan jalur utama yang harus dilalui oleh paket dari sumber ke tujuan.
3. Jenis kabel yang digunakan untuk topologi ini adalah kabel coaxial.
4. Ketika salah satu komputer dalam jaringan mengirimkan data ke komputer lainnya dalam jaringan tersebut, maka seluruh komputer atau perangkat yang terhubung dapat mengetahui bahwa ada informasi yang sedang dikirim. Hanya saja, selain komputer tujuan tidak ada yang bisa menerima informasi tersebut.
5. Bagian ujung masing-masing dari kabel utama pada topologi Bus dipasang sebuah terminator yang fungsinya untuk menghentikan sinyal agar tidak berbalik arah kembali ke sisi ujung lainnya.

Kesimpulan Topologi Bus

Terlepas dari kekurangan topologi bus, jaringan ini dianggap termudah mengaplikasikannya dalam hal memberi solusi akan kebutuhan jaringan yang mendesak dibandingkan dengan jenis topologi jaringan lainya. keuntungan topologi bus ada sistem yang menjamin penanganan tabrakan  perjalanan data tanpa kesalahan dan data disampaikan dengan benar.
Salah satu keuntungan topologi bus yaitu  ada master bus jaringan yang menjamin bahwa data mengalir dalam arah yang benar dan tertib. Semua komputer di jaringan bus mendengarkan sinyal namun mereka tidak memegang tanggung jawab untuk memajukan sinyal. Sinyal maju sendiri- sendiri. Jadi jika satu komputer tidak menerima sinyal, setiap sinyal masih membawanya maju tanpa berhenti di komputer yang telah gagal. Topologi Jaringan bus saat ini kurang umum digunakakan berkat kemajuan sistem jaringan komputer yang lebih mudah dalam pengoperasian dan tidak rumit dalam penerapan bentuk desain jaringannya Namunpun demikian dasar-dasar teknologi yang lebih baru berasal dari teknologi yang lebih tua seperti topologi Bus.




Topologi Cincin (Ring)

Topologi Cincin atau yang disebut topologi ring adalah topologi jaringan yanb bentuknya rangkaian yang masing-masing tersambung ke dua titik yang lainnya, sehingga bisa membentuk jalur lingkaran yang menyerupai cincin. Kabel yang digunakan dalam topologi cincin merupakan kabel BNC, Oleh sebab itu tidak mempunyai ujung maka tidak dibutuhkan terminator. Tetapi topologi ini sudah banyak ditinggalkan karena mempunyai kelemahan yang serupa dengan topologi bus selain itu, pengembangan jaringan dengan menggunakan topologi ring ini relatif sulit dilakukan. Pada topologi Cincin semua node/ titik berfungsi sebagai repeater yang akan memperkuat sinyal di sepanjang sirkulasinya. Maksudnya setiap perangkat saling bekerja sama untuk menerima sinyal dari perangkat sebelumnya setelah itu diteruskan pada perangkat sesudahnya.

Cara Kerja Topologi Ring
Pada proses pengiriman informasi / data dari node satu ke node yang lainnya tak jarang melewati sebuah node diantara keduanya, maka dari itu proses pengiriman informasi dalam topologi ini dibantu oleh TOKEN. TOKEN disini berfungsi untuk memeriksa apakah node yang dilewati memerlukan informasi yang dibawa oleh TOKEN. Sebelum adanya Jaringan FDDI, proses pengiriman data pada Topologi Ring terbatas pada satu arah.

Karakteristik Topologi Ring
-         Setiap komputer / node terhubung secara langsung satu sama lain.
-         Proses pengiriman data pada satu waktu hanya dapat dilakukan oleh satu node dan proses pengiriman satu jalur.
-         Jenis Kabel Jaringan yang digunakan umumnya UTP dan BNC.
-         Kerusakan pada salah satu node berpengaruh terhadap node yang lain.

Kelebihan Topologi Ring
-         Cenderung mudah dirancang karena tidak banyak peralatan tambahan.
-         Akses data lebih baik daripada topologi bus, termasuk untuk data yang besar.
-         Mudah dalam proses konfigurasi.
-         Karena proses pengiriman data yang melalui satu jalur maka collision bisa lebih dihindari.
-         Konfigurasi Point to Point pada Topologi Ring menyebabkan proses pendeteksian kesalahan lebih mudah dilakukan.
-         Hemat Kabel.

Kekurangan Topologi Ring
-         Jika ada salah satu node yang mengalami gangguan maka seluruh jaringan akan ikut terganggu, namun ini dapat diatas dengan menggunakan dua jalur cincin. Yang artinya diperlukan sebuah perangkat yang bertugas sebagai pusat jaringan.
-         Proses pengembangan lebih sulit dikarenakan proses penambahan, pengurangan, maupun pemindahan perangkat akan mempengaruhi jaringan secara keseluruhan.
-         Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandles.
-         Lebih sulit dikonfigurasi daripada Topologi Star.


Topologi Star


Topologi Star merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Setiap workstation dihubungkan secara langsung ke server. Topologi ini berbentuk seperti bintang.

Karakteristik

- Setiap node berkomunikasi langsung dengan Hub.
- Sangat mudah dikembangkan karena setiap node terhubung langsung ke Hub.
- Bila setiap paket data yang masuk ke hub di-broadcast ke seluruh node ke seluruh node yang terhubung sangat banyak, maka kinerja jaringan akan menurun.

Kelebihan

- Mudah mendeteksi dan mengisolasi kesalahan/error.
- Pengelolaan jaringan mudah.
- Hub dapat mencegah terjadinya tabrakan antar pesan.

Kekurangan

- Jika hub rusak, seluruh jaringan akan berhenti.
- Jumlah terminal terbatas, tergantung pada port di hub.
- Lalu lintas data yang padat akan menurunkan kinerja jaringan.

Cara kerja

Sebuah hub yang sudah terkoneksi dengan server sudah harus siap untuk dijadikan pusat dari jaringan komputer, dan hub pada broadcast bisa aktif atau pasif.



Topologi Extended Star/Tree

Topologi Extended Star/Tree adalah kombinasi karaktersitik antara topologi star dan bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi star yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung/backbone. Topologi ini merupakan pengembangan dari topologi star.

Karakteristik

- Komunikasi antar kelompok dilakukan melalui sebuah Hub.
- Hub sebagai pusat data dan kendali jaringan.
- Adanya kabel utama/backbone sebagai penghubung jaringan.

Kelebihan

- Komunikasi terjadi secara point to point.
- Pendeteksian masalah lebih mudah.
- Jika salah satu client mati, maka yang lain tidak akan terpengaruh.

Kekurangan

- Lalu lintas data sangat padat karena menggunakan satu kabel utama.
- Komunikasi antar komputer tidak bisa secara langsung, melainkan melalui Hub.
- Apabila Hub rusak, maka jaringan akan terganggu (sama seperti Topologi Star)

Cara Kerja

Cara kerja topologi ini akan berbentuk dalam sebuah jaringan komputer yang menggunakan sistem pohon bercabang. Topologi tree mempunyai sistem yang bertingkat dimana penggunaannya digunakan sebagai media interkoneksi antar sentral.


Topologi Mesh

Topologi mesh merupakan suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada didalam jaringan. Pada topologi ini, setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju.

Karakteristik

- Hubungan dedicated link menjamin data langsung dikirim ke komputer tujuan.
- Memerlukan banyak kabel.
- Keamanan dan privasi terjamin, komunikas dua komputer tidak dapat diketahui komputer lain.

Kelebihan

- Jika salah satu koneksi putus, maka yang lain akan tetap berjalan.
- Mudah untuk melakukan troubleshooting
- Keamanan data terjamin, karena data berjalan sepanjang link khusus.

Kekurangan

- Boros kabel.
- Sulit untuk melakukan instalasi dan konfigurasi ulang.
- Biaya untuk pemeliharaan cukup tinggi.


Topologi Hybrid

Topologi hybrid adalah bentuk topologi jaringan fisik yang sudah sangant umum digunakan. Topologi ini merupakan penggabungan dari beberapa topologi.

Karakteristik

- Rangkaiannya tidak menunjukkan karakteristik dari topologi tertentu.
- Merupakan kombinasi dari dua atau lebih jenis topologi yang berbeda.
- Diterapkan ke dalam WAN (Wide Area Network).

Kelebihan

- Pengelolaan troubleshooting yang lebih baik.
- Efisiensi setiap jenis topologi dapat dikombinasikan dengan yang lain tanpa mengubah apapun pada topologi yang ada.
- Fleksibilitas yang baik.

Kekurangan

- Biaya pengelolaan dan perawatan yang cukup tinggi.
- Instalasi dan konfigurasi sulit.
- Memerlukan banyak kabel.


Topologi Linear

Topologi linear biasa disebut topologi linear bus, karena bentuknyayang sama dengan topologi bus. Topologi ini menggunakan satu kabel utama untuk menghubungkan tiap titik sambungan pada setiap komputer.

Karakteristik

- Penghubung kabel BNC digunakan untuk menghubungkan kabel ke peenyambung T - Connector.
- Penamat BNC digunakan untuk menandai akhirn dari topologi bus.
- Penyambung T - BNC digunakan untuk menghubungkan kabel ke komputer.
- Penyambung tabung BNC (BNC barrel connector) digunakan untuk menyambung 2 kabel BNC.

Kelebihan

- Hemat kabel.
- Tata letak kabel sederhana.
- Mudah dikembangkan.
- Tidak butuh kendali pusat.
- Penambahan maupun pengurangan penamat dapat dilakukan tanpa menggangu operasi yang berjalan.

Kekurangan

- Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil.
- Kepadatan lalu lintas tinggi.
- Keamanan data kurang terjamin.
- Kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah.
- Diperlukan repeater untuk jarak jauh.


Topologi Peer to Peer

Topologi peer to peer adalah topologi yang hanya menggunakan 2 buah komputer untuk saling terhubung. Biasanya menggunakan 1 kabel yang menghubungkan antar komputer untuk melakukan proses pertukaran data. Pada topologi ini, salah satu komputer bisa menjadi server ataupun client.

Kelebihan

- Biaya yang dibutuhkan sangat murah.
- Masing-masing komputer dapat berperan seagai client maupun server.
- Instalasi jaringan yang cukup mudah.

Kekurangan

- Keamanan pada topologi jenis ini bisa dibilang sangat rentan.
- Sulit dikembangkan.
- Sistem keamanan dikonfigurasi oleh masing-masing pengguna.
-Troubleshooting jaringan bisa dibilang rumit.

Kamis, 04 Agustus 2016

Pengertian OSI Layer



OSI adalah standar komunikasi yang diterapkan di dalam jaringan komputer. Standar itulah yang menyebabkan seluruh alat komunikasi dapat saling berkomunikasi melalui jaringan. Model referensi OSI (Open System Interconnection) menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah komputer berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain. Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik. Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawab secara khusus pada proses komunikasi data. Misalnya, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.


Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.

Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protokol jaringan dan metode transmisi.

Fungsi  7 Layer OSI, berikut adalah nama-nama layer tersebut :

7. Aplication Layer :
Lapisan ke-7 ini menjelaskan spesifikasi untuk lingkup dimana aplikasi jaringan berkomunikasi dg layanan jaringan. Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya. Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan.
Protokol yang berada dalam lapisan ini :
1. HTTP (Hyper Text Transfer Protocol )
Protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dan web dalam sebuah web browser, melalui www. HTTP juga merupakan protokol yang meminta dan menjawab antar klien dan server.
2. FTP (File Transfer Protokol)
Protokol internet yang berjalam dalam layer aplikasi yang merupakan standar untuk mentransfer file komputer antar mesin-mesin dalam sebuat jaringan internet.
3. NFS (Network File system)
Jaringan protokol yang memungkinkan pengguna di klien komputer untuk menngakses file melalui jaringan dengan cara yang sama dengan bagaiman penyimpanan lokal yang diaksesnya.
4. DNS (Domain Name System)
Protokol yang digunakkan untuk memberikan suatu nama domain pada sebuah alamat IP agar lebih mudah diingat.
5. POP3 (Post Office Protocol)
Protokol yang digunakan untuk mengambil mail dari suatu mail transfer agent yang akhirnya mail tersebut akan di dowbload kedalam jaringan local.
6. MIME (Multipurpose Internet Mail Exension)
Protokol yang digunakan untuk mengirim file binary dalam bentuk teks.
7. SMB (Server Messange Block)
Protokol yang digunakan untuk mentransfer server-server file ke DOS dan Windows.
8. NNTP (Network News Transfer Protocol)
Protokol yang digunakan untuk menerima dan mengirim newsgroup.
9. DHCP (Dynamic Configuration Protocol)
Layanan yang memberikan no IP kepada komputer yang meminta nya secara otomatis.

6. Presentation Layer :
Lapisan ke-6 ini berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
Protokol yang berada dalam level ini :
1. TELNET
Protokol yang digunakan untuk akses remote masuk ke suatu host, data berjalan secara lain teks.
2. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
Salah satu protokol yang biasa digunakan dalam pengiriman e-mail di internet atau untuk mengirimkan data dari komputer pengirim e-mail ke server e-mail penerima.
3. SNMP (Simple Network Management Protocol)
Protokol yang digunakan dalam suatu manajemen jaringan.

5. Session layer:
Lapisan ke-5 ini berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
Protokol yang berada dalam lapisan ini :
1. NETBIOS
Berfungsi sebagai penyiaran pesan maksud nya memungkinkan user mengirim pesan tunggal secara serempak ke komputer lain yang terkoneksi.
2. NETBEUI (NETBIOS Extended User Interface)
Berfungsi sama dengat NETBIOS hanya sedikit di kembangkan lagi dengan menambahkan fungsi yang memungkinkan bekerja dengan beragam perangkat keras dan perangkat lunak.
3. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol)
Berfungsi protokol ini memantau aliran datadiantara dua komputer dan untuk memeriksa aliran data tersebut tidak terputus.
4. PAP (Printer Access Protocol)
Berfungsi printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk dan untuk mengendalikan bagaimana pola komunikasi antar node.
5. SPDU (Session Protokol Data unit)
Berfungsi mendukung hubungan antara dua session service user.
6. RCP

4. Transport layer :
Lapisan ke-4 ini berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
Protokol yang berada dalam lapisan ini :
1. TCP (Trasmission Control Protocol)
Protokol yang menyediakan layanan penuh lapisan transport untuk aplikasi.
2. UDP (User Datagram Protocol)
Protokol connectionless dan proses-to-procces yang hanya menambahkan alamat port, cheksum error control dan panjang informasi data pada layer di atasnya.

3. Network layer :
Lapisan ke-3 ini berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
Protokol yang berada dalam lapisan ini :
1. IP (Internetworking Protocol)
Mekanisme transmisi yang digunakan untuk menstransportasikan data dalam-dalam paket yang disebut datagram.
2. ARP (Address Resulotion Protocol)
Protokol yang digunakan untuk mengetahui alamat IP berdasarkan alamat fisik dari sebuah komputer.
3. RARP (Reverse Address Resulotion Protocol)
Protokol yang digunakan untuk mengetahui alamat fisik melalui IP komputer.
4. ICMP (Internet Control Message Protocol)
Mekanisme yang digunakan oleh sejumlah host untuk mengirim notifikasi datagram yang mengalami masalah pada hostnya.
5. IGMP (Internet Group Message Protocol)
Protokol yang digunakan untuk memberi fasilitas message yang simultan kepada group penerima.

2. Data-link layer :
Lapisan ke-2 ini berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
Protokol yang berada dalam lapisan ini :
1. PPP (Point to Point Protocol)
Protokol yang digunakan untuk point to point pada suatu jaringan.
2. SLIP (Serial Line Internet Protocol)
Protokol yang digunakan untuk menyambung serial.

1. Physical layer :
Lapisan ke-1 ini berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
Protokol yang berada dalam lapisan ini :
Tidak mempunyai protokol yan spesifik di layer ini, bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem, pada layer ini hanya mengirimkan bit bit data.

Senin, 01 Agustus 2016

Jaringan pada Komputer



1. Local Area Network(LAN) ► Jangkauan jaringan yang mencakup area yang sangat kecil dengan jarak 5-15 meter saja.
2. Metropolitan Area Network(MAN) ► Jangkauan jaringan yang cukup luas melibatkan suatu daerah atau beberapa daerah.
3. Wide Area Network(WAN) ► Jangkauan jaringan yang sangat luas melibatkan beberapa provinsi sampai seluruh negara di dunia.
4. Personal Area Network(PAN) ► Jangkauan jaringan yang paling kecil berbasis personal/pribadi.






Kelebihan LAN:
  1. Memiliki jaminan keamanan yang lebih karena fasilitasnya dalam menggunakan IP lokal jaringan hanya dengan switch kemudian router
  2. Dapat melakukan penggunaan sumber daya secara bersama-sama
  3. Melakukan transfer file melalui suatu server pengatur keluar-masuk informasi adalah hal yang memungkinkan
  4. Penggunaan dengan LAN dapat membuat pekerjaan lebih efektif dan efisien
  5. Keamanan kerahasiaan data maupun investasi terjamin karena LAN memiliki sistem pengatur password
  6. Tidak banyak penggunaan kabel
  7. User interface yang digunakan adalah fasilitas yang baku
  8. bisa menciptakan jaringan hubungan antar sistem dan berbagai merek
  9. sistem yang terhubung ke terminal lebih banyak
  10. Jaringan LAN membuat kita mengkopi data antar komputer dan lebih cepat sehingga menghemat waktu
  11. Karena banyak sistem yang terhubung maka dengan jaringan LAN komputer dapat dihubungkan dengan beberapa termasuk serat optik,kabel pasangan,cahaya inframerah,isyarat radio dan kabel pasangan. Hubungan-hubungan tersebut merupakan topologi yang fungsinya menjalankan tugas atas pesan dari satu komputer ke komputer lain


Kekurangan LAN :
  1. Penggunaan banyak komputer/PC dalam jaringa LAN malah membuat koneksi internetnya sangat lamban
  2. Software yang dipakai perlu dikendalikan dan bila menggunakan multiuser softwarenya harus dirancang terlebih dahulu
  3. LAN begitu lambat di speed modemnya
  4. Karena semua komputer/PC terhubung dalam satu jaringan atau topologi maka ketika salah satunya terinfeksi virus,komputer lainnya juga akan bervirus
  5. Sistem 1 jaringan maka kemungkinan password bisa ditembus
  6. Mengenai lokasi LAN hanya dapat terhubung antar komputer dalam satu gedung misalnya dalam kampus, dalam satu ruang dengan menghubungkan minikomputer. Sebenarnya LAN mampu lebih dari satu gedung namun hubungan jaringannya cukup tidak memadai


Kelebihan MAN:
  • Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai pusat data dari kantor cabang.
  • Informasi dapat disebarkan dengan lebih meluas, cepat dan bermakna.
  • Transaksi yang Real-Time (data di server pusat diupdate saat itu juga, contoh ATM Bank unluk wilayah nasional)
  • Komunikasi antar kantor bisa menggunakan e-mail, chatting
    dan Video Conference (ViCon).

Kekurangan MAN:
  • Biaya operasional mahal.
  • Instalasi infrastrukturnya tidak mudah.
  • Jika sebuah komputer pribadi digunakan sebagai terminal, memindahkan file (file transfer software) membolehkan pengguna untuk mengambil file (download) dari hos ataupun menghantar data ke hos (upload).
  • Rumit jika terjadi trouble jaringan (network trouble shooting).




Kelebihan WAN:
  1. Penggunaan jaringan ini membuat server pada sebuah kantor pusat berperan dalam mengumpulkan data-data dari kantor cabangnya
  2. Pengiriman dokumen maupun file dapat dilakukan dengan fasilitas email dan transfer file antar kantor pusat ke kantor cabang dengan cepat dan tidak banyak mengeluarkan biaya
  3. Melakukan update data maupun mengumpulkan data dapat dilakukan setiap saat
  4. Jaringan WAN dapat menghubungkan antarkomputer pada jangkauan yang lebih luas secara geografis.
  5. Dapat mengirim pesan berupa gambar,rekaman,lampiran data kepada orang lain dengan cepat
  6. Jaringan WAN yang memiliki fasilitas koneksi workstations memudahkan utuk saling berbagi software dan resources
  7. Semua pengguna jaringan WAN bisa menggunakan data yang sama,tidak ada istilah ada salah satu pengguna yang mendapatkan data atau informasi lama yang lain
  8. Berbagi informasi lebih mudah tersebar karena jangkauan jaringan WAN lebih luas
  9. Memiliki jaringan penutup yang besar


Kekurangan WAN:
  1. WAN lebih rumit dan sangat kompleks bila dibandingkan dengan jaringan LAN dan MAN karena WAN masih perlu jalur-jalur komunikasi tambahan misalnya telepon dan satelit
  2. Menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN ke dalam komunikasi global seperti internet
  3. Memakan biaya operasional yang cukup banyak dan biasanya lambat karena semakin besar jaringan yang digunakan maka membutuhkan biaya yang mahal
  4. Menjadi sasaran para hacker dan ancaman lain dalam keamanan informasi atau data dalam komputer dan sering terkena virus. Sehingga ada lagi beban biaya untuk mengadakan sistem perlindungan terhadap hacker dan antivirus
  5. Dalam pemeliharaan jaringannya harus memerlukan pengawas jaringan dan teknisi yang bekerja secara penuh
  6. Informasi yang tersebar di jaringan tidak dapat memenuhi kepentingan pribadi
  7. Harus menyediakan sistem Firewall untuk meminimalisir pengguna luar yang bisa saja masuk dan menganggu jaringan
  8. Karena memiliki jaringan yang begitu luas maka sarana yang digunakan juga begitu kompleks. Yakni membutuhkan berbagai peralatan dan data dari jaringan setempat dan kota yang berkomunikasi dengan cara global






Kelebihan PAN:
  1. Jaringannya lebih dekat dan data maupun informasi yang bersifat rahasia dapat terjaga karena penggunaanya yang bersifat pribadi dan dalam skala area yang kecil
  2. Dapat menukar saling menukar data bentuk file,audio,maupun video tanpa membutuhkan kabel
  3. Komunikasi lebih praktis tanpa terganggu dengan gangguan pengguna lain
  4. Para hacker kemungkinan bisa terdeteksi untuk keamanan data begitu juga virus

Kekurangan PAN:
  1. Karena sifatnya dekat maka penggunaan jaringan ini tidak dapat melakukan komunikasi dengan banyak orang apalagi yang tempatnya jauh
  2. Sangat bergantung pada sinyal sehingga dalam kegiatan membagi data kadang terganggu
  3. Tidak dapat mengirim file sekaligus ditambah dengan kapasitasnya besar